PENDAHULUAN
Setiap pribadi muslim harus meyakini bahwa nilai iman akan terasa kelezatannya apabila secara nyata dimanifestasikan dalam bentuk amal saleh atau tindakan kreatif dan prestatif. Iman merupakan energi batin yang memberi cahaya pelita untuk mewujudkan identitas dirinya sebagai bagian dari umat yang terbaik "kuntum khairu ummat, ukhrijat linnaas” (Ali Imran :104)
Nabi saw pernah bersabda “ Yang dinamakan iman itu ialah apabila kau meyakini di dalam hati, menyatakannya dengan lisan,dan melaksanakannya dengan perbuatan (Al Hadits)
Kita disadarkan bahwa Islam bukanlah sekedar seperangkat konsep normatif ideal melainkan juga suatu bentuk praktik dari amal aktual , amal yang nyata. Islam bukan sekedar agama langit melainkan sekaligus agama yang dapat membumi(workable) Penghargaan Islam terhadap budaya kerja bukan hanya sekedar pajangan alegoris, penghias retorika, pemanis bahan pidato, indah dalam pernyataan tetapi kosong dalam kenyataan. Bekerja yang didasarkan pada,prinsip-prinsp iman bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim melainkansekalgus meninggikan martabat diriny sebagai abdullah yang rindu untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang bisa dipercaya.
Kesadaran bekerja bagi seorang muslim harus diringi oleh tujuan untuk menghasilka ssesuatu yang bermanfaat(shalih) yang kemudian menghasilkan sesuatu perbaikan (ishlah, improvement) untuk meraih nilai yang lebih bermakna. Bagi seorang muslim, makna bekerja berarti niat yang kuat untuk mewujudkan hasil kerja yang optimal. Dengan cara pandang seperti ini, sadarlah bahwa setiap muslim tidak akan bekerja secara asal-asalan.. Hal ini karena kesadaran bekerja secara produktif serta dilandasi semangat tauhid dan tanggung jawab uluhiah merupakan salah satu ciri yang khas dari karekter atau kepribadaian seorang muslim.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN ETOS KERJA?












