This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat datang di web kami,silahkan pilih informasi yang anda butuhkan. Mari berbagi :)

“Jika pertumbuhan perusahaan Anda lebih kecil dari pertumbuhan industri, mulailah melakukan retargeting, dan bila perlu repositioning, peremajaan merek (bukan mengganti merek).” –Yuliana Agung–.

Rabu, 26 Oktober 2011

introduce AIDAS


AIDAS
untuk mempermudah pembelian, kita mengenal istilah AIDAS (Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction). Formula tersebut pada umumnya menjawab pertanyaan :





1.      Apakah anda dapat menarik perhatian prospek melalui pembukaan, penampilan, dan presentasi produk?
2.      Apakah anda menyebutkan masalah yang menjadi kepedulian prospek ?
3.      Apakah anda menawarkan solusi yang efektif ?
4.      Apakah anda meminta prospek melakukan tindakan / pembelian?
5.      Apakah konsumen puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan ?

Pembukaan pertama (First Impression) dan presentasi produk yang disajikan harus menarik perhatian. Jika perusahaan kita menjual pakaian, sales promotion girls (SPG) dapat mengucapkan kalimat “Anda akan tampak lebih langsing / lebih sehat / lebih seksi/ lebih percaya diri” . Seksi dan uang adalah sumber  penarik perhatian.
SPG juga dapat menyebutkan suatu masalah, misalnya : apakah anda tidak bosan memakai T-shirt yang itu itu saja? Kami ada desain T-shirt terbaru yang membuat anda berpenampilan lebih elegan dan hebat.
Selanjutnya SPG dapat member solusi, misalnya : “Kami telah merancang desain T-shirt yang cantik, penuh warna”.
Terakhir menyampaikan kata kata penutup, dan meminta prospek untuk bertindak, misalnya : ”Anda hanya memperoleh T-shirt eksklusif dengan jumlah yang terbatas ini pada hari ini. Bila anda membeli 5, kamu akan member gratis 1. ”
(diambil dari buku Visual Merchandising attraction )

Senin, 24 Oktober 2011

Internal dan Eksternal


NLP : Meta Programs (part 1)

“Internal” dan “Eksternal”
Pernahkah anda bertemu orang yang selalu membutuhkan umpan balik untuk membimbingnya mengambil tindakan dan bertemu orang yang lebih sering bergantung pada penilaiannya sendiri? Kaji contoh dua individu berikut ini :
1)      Saat bernyanyi , Jodie mengetahui betul kalau ia tampil karena di hatinya sudah merasa bernyanyi dengan baik. kalau toh orang orang akhirnya memberi banyak tepuk tangan, hal itu hanya member pengesahan pada dirinya atas sesuatu yang secara naluriah telah diketahuinya. Ia tampak percaya diri. namun demikian, ia kadang – kadang menghadapi kesulitan karena sering bertindak seolah olah dirinya mempunyai semua jawaban yang benar.
2)      Caitlyn, sama sama penyanyi, perlu lebih dahulu mendengarkan applause dari penonton sebelum ia benar benar yakin telah berhasil dalam penampilannya. ia membuka pintu lebar lebar untuk feedback dari pelatihnya dan orang lain . Namun demikian, ia sangat bergantung pada pelatih untuk memberinya nasihat terhadap lagu lagu mana yang harus dipilih dan gaya apa yang patas untuk pentas.

Memahami Pola

Perbedaan dari pendekatan ini terletak pada di mana focus kontrolnya berada. hal ini bisa berada dalam diri seseorang (internal) atau bisa muncul dari sumber eksternal.

Orang dengan pola “internal” menggunakan inner feeling (perasaan dalam hati) sebagai cara utama untuk mengevaluasi keberhasilan. Dalam hati, ia bisa mengetahui bahwa ia bisa melakukan sesuatu dengan baik dan tidak terlalu memerlukan orang lain untuk mengungkapkannya. Dipandang dari sudut eksternal, hal ini bisa berarti ia tidak mau memedulikan apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain. ia memena sesekali butuh informasi dari luar, namun pada akhirnya selalu membuat keputusan sendiri. jika feedback tidak sesuai dengan bagaimana ia memandang sesuatu, maka ia langsung menolaknya. ia tidak suka diperintah atau diberi tahu untuk melakukan sesuatu.

Sebaliknya orang yang mempunyai pola eksternal selalu mencari bukti  dari luar untuk mengonfirmasikan kesuksesan dirinya. misalnya, bukti berupa feedback dari orang lain atau data riset. ia selalu perlu informasi eksternal untuk bisa menilai dengan pas segala yang telah dilakukannya. ia sering menggantungkan diri dari informasi eksternal sebagai penunjuk arah, dan bisa merasa langsung gagal atau tersesat jika tidak memdapatkannya.

Berkomunikasi dengan orang berpola “Internal” dan “Eksternal”

Untuk berkomunikasi dengan orang yag berpola internal, mulailah dengan menanyakan opininya dan perjelas bahwa ia mempunyai pilihan untuk merespons.

Gunakan kalimat semisal “ya………. terserah andalah”

Untuk memengaruhi orang dengan pola eksternal, pastikan ia mengetahui bahwa sesuatu yang anda sarankan adalah jalan terbaik. untuk memperkuat argument, idealnya anda harus menemukan data riset dari para pakar.