This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat datang di web kami,silahkan pilih informasi yang anda butuhkan. Mari berbagi :)

“Jika pertumbuhan perusahaan Anda lebih kecil dari pertumbuhan industri, mulailah melakukan retargeting, dan bila perlu repositioning, peremajaan merek (bukan mengganti merek).” –Yuliana Agung–.

Kamis, 24 Februari 2011

Ta’limat Nabung di Bank Syariah


Kata ta’limat ini kental di telinga kami, para anggota dan pengurus FoSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) UNSOED. Suatu perintah yang tidak bisa dianggap remeh, dikeluarkan oleh pimpinan tertinggi organisasi tersebut di Kampus. Salah satu contoh ta’limat yang dikeluarkan pimpinan / President FoSEI setiap angkatan secara implisit atau eksplisit adalah berkenaan dengan tabungan. Seluruh pengurus yang memiliki tabungan konvensinal wajib memiliki tabungan syariah, lebih baik lagi yang konvensional ditinggalkan. Bagi anggota, cukup di anjurkan ,tidak dipaksakan.
Pertemuan kelompok belajar rutin FoSEI yang sering disebut SEC (Sharia economic club) dijadikan ajang untuk menguatkan pengetahuan tentang ekonomi Islam, tentu juga ngecek apakah ada anggota yang masih belum punya tabungan Syariah. Bukan di marahi, tapi sering di intrik. Ini merupakan salah satu bentuk cara teman teman FoSEI UNSOED (termasuk saya di dalamnya) untuk mengajak mahasiswa Fakultas ekonomi menabung di Bank Syariah.
Tidak sampai disini saja. Relasi yang ada dan berpotensi besar merenggut pasar mahasiswa fakultas lain juga di garap. Dengan menggandeng lembaga mahasiswa yang berbasis keislaman seperti ROHIS, sosialisasi dan ajakan untuk menjauhi riba senantiasa di gaugkan di beberapa event atau pertemuan dengan mereka.wal hasil, secara hati teman teman ROHIS sudah terbuka bahwa riba adalah haram, ya.... tinggal mengajak mereka menabung di tempat yang tepat. Beberapa pengurus ROHIS pun beralih ke bank syariah meski ada yang dobel. Konvensional iya, Syariah iya. Tapi ndak apa apa, mungkin yang konvensional digunakan untuk transaksi dengan ortu atau ambil beasiswa yang diharuskan pake bank konvensioanl.
Selain itu, seluruh pengurus dikondisikan bahwa salah satu bentuk perjuangan kita dalam membumikan ekonomi Islam adalah dengan mengajak teman kelas kita membuka rekening syariah. Ada kebanggaan apabila ada yang berhasil memprospek teman sekelas menabung di bank syariah. Apabila dihitung materi, mungkin fee yang kami dapat tidaklah besar apabila dapat satu orang yang akan membuka rekening di salah satu bank syariah yang bekerja sama dengan kami. Ya Cuma dapat Rp.7.500 samapi Rp.10.000 per nasabah. Tapi bukan itu yang kami kejar, terlalu sepele. Usaha yang begitu keras, denagn semangat jihad menyala nyala bukan untuk mendapatkan uang yang tidak seberapa. Tapi kami yakin KEBERKAHAN itu pasti akan Alloh berikan dengan membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak kami sangka.
Beberapa pimpinan organisasi jurusan pun kami dekati, kami yakin apabila mereka dapat kami prospek menabung di bank syariah, besar kemungkinan pengurus bawahannya akan ikut. Ini yang disebut Faktor kali dalam pemasaran kata Tung Desem Waringin. Dan ya,, beberapa pengurus mereka pun ikut nabung. Alhamdulillah.... 

OCOP Untuk Peningkatan Nasabah


OCOP merupakan ide saya berkaitan dengan strategi pemasaran. Dalam hal ini ingin coba saya referensikan untuk perbankan syariah. OCOP menurut saya aplicable dan tidak repot. Dengan cost yang tidak terlalu tinggi dapat meningkatkan jumlah nasabah dan menambah kepemilikan bersama akan bank syariah dari nasabah yang sudah ada.

OCOP kependekan dari One Customer One Point. Satu pelanggan satu poin. Konsep OCOP ini sebenarnya merupakan konsep dari WOMM ( Word Of Mouth Marketing ) / dari mulut ke mulut atau getok tular. WOM ini apabila tidak diatur / manage dengan baik maka akan berdampak negatif pada penjualan atau lebih besar lagi pada kepercayaan konsumen terhadap produk. WOM ada 2 jenis, yaitu WOM positif dan WOM Negatif. WOM Positif adalah WOM yang menceritakan hal hal positif akan produk kita dan mereferensikan produk kita kepada orang lain agar orang lain / orang yang dikenalnya ikut menggunakan produk yang sama. Sedangkan WOM Negatif adalah WOM yang menceritakan hal hal negatif / buruk akan kegagalan roduk kita dalam melayani / memenuhi kepuasan konsumen, dengan kata lain  buruknya produk kita yang dikonsumsi orang akan diceritakan ke orang lain / orang dekatnya dan merekomendasikan untuk tidak mencoba coba produk tersebut.