Kamis, 24 Februari 2011

OCOP Untuk Peningkatan Nasabah


OCOP merupakan ide saya berkaitan dengan strategi pemasaran. Dalam hal ini ingin coba saya referensikan untuk perbankan syariah. OCOP menurut saya aplicable dan tidak repot. Dengan cost yang tidak terlalu tinggi dapat meningkatkan jumlah nasabah dan menambah kepemilikan bersama akan bank syariah dari nasabah yang sudah ada.

OCOP kependekan dari One Customer One Point. Satu pelanggan satu poin. Konsep OCOP ini sebenarnya merupakan konsep dari WOMM ( Word Of Mouth Marketing ) / dari mulut ke mulut atau getok tular. WOM ini apabila tidak diatur / manage dengan baik maka akan berdampak negatif pada penjualan atau lebih besar lagi pada kepercayaan konsumen terhadap produk. WOM ada 2 jenis, yaitu WOM positif dan WOM Negatif. WOM Positif adalah WOM yang menceritakan hal hal positif akan produk kita dan mereferensikan produk kita kepada orang lain agar orang lain / orang yang dikenalnya ikut menggunakan produk yang sama. Sedangkan WOM Negatif adalah WOM yang menceritakan hal hal negatif / buruk akan kegagalan roduk kita dalam melayani / memenuhi kepuasan konsumen, dengan kata lain  buruknya produk kita yang dikonsumsi orang akan diceritakan ke orang lain / orang dekatnya dan merekomendasikan untuk tidak mencoba coba produk tersebut.


Oleh karena itu WOM harus kita manage dengan baik dan harus di amati, apakah muncul WOM negatif pada Customer / nasabah. Beberapa pemasar telah menggunakan strategi serupa untuk memperbanyak customer. Beberapa diantaranya adalah Sunlight dengan Agen 1000 ,Fatigon dengan memberikan experience kapada konsumen, sehingga mereka bias merasakan pengalaman dari merek Fatigon (Penjualan Naik 20%), Activia dengan Gencarkan Edukasi Pasar dan Sampling. (http://swa.co.id/2009/04/praktik-wom-di-perusahaan-pemenang)

Konsep dari OCOP tidak jauh beda dengan WOMM. Apabila ada satu nasabah yang berhasil mereferensikan hingga terjadi closing atau sampai deal menjadi nasabah baru bank syariah maka nasabah yang mereferensikan tadi / memprospek akan mendapat poin khusus yang nantinya poin itu akan diakumulasi untuk mendapatkan hadiah naik haji / umroh. Member get member. Selain pihak perbankan syariah mendapat nasabah baru, keuntungan lainnya adalah nasabah mau memberikan edukasi kepada lingkungannya atau orang terdekatnya tentang bank syariah dan kenapa menabung di bank syariah ( sebelum terjadi closing pasti mereka memberikan edukasi tentang kenapa menabung di bank syariah ).

Apabila ini dapat berjalan, maka pihak perbankan juga harus memberi edukasi tambahan kepada nasabah, seputar perkembangan bank syariah. edukasi bisa dengan sms, email, yang low cost. Edukasi ini penting agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi terkait perbankan syariah dari nasabah kita kepada calon nasabah. Ini akan fatal apabila terjadi miss. Jangan samapi calon nasabah pada saat akan mendaftar sebagai nasabah menjadi kecewa setelah mendengaar penjelasan dari CS, ternyata tidak sama dengan yang diberitahu teman saya (yang mereferensikan).. apabila perbedaan informasi itu bernilai positif ( malah menjadi calon nasabah bertambah percaya dan tertarik menabung ), It’s Ok. Tapi apabila bernilai / berdampak negatif, itu yang tidak diinginkan.

Selain itu, Bank syariah juga membuat program yang selalu mengingatkan nasabah akan bank syariah secara periodik. Semisal dengan sms tentang muamalah / taujiah per 1 pekan sekali, murah dan juga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dengan pihak bank syariah.

Review dari srategi diatas adalah sebagai berikut :
1. One Customer One Point
2. Program edukasi untuk nasabah bisa lewat email atau buletin gratis (yang bisa di ambil di bank)
3. Sms pengikat ukhuwah / sms taujiah.

Mari membuat bank syariah lebih dekat dengan masyarakat.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar