Kamis, 24 Februari 2011

Ta’limat Nabung di Bank Syariah


Kata ta’limat ini kental di telinga kami, para anggota dan pengurus FoSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) UNSOED. Suatu perintah yang tidak bisa dianggap remeh, dikeluarkan oleh pimpinan tertinggi organisasi tersebut di Kampus. Salah satu contoh ta’limat yang dikeluarkan pimpinan / President FoSEI setiap angkatan secara implisit atau eksplisit adalah berkenaan dengan tabungan. Seluruh pengurus yang memiliki tabungan konvensinal wajib memiliki tabungan syariah, lebih baik lagi yang konvensional ditinggalkan. Bagi anggota, cukup di anjurkan ,tidak dipaksakan.
Pertemuan kelompok belajar rutin FoSEI yang sering disebut SEC (Sharia economic club) dijadikan ajang untuk menguatkan pengetahuan tentang ekonomi Islam, tentu juga ngecek apakah ada anggota yang masih belum punya tabungan Syariah. Bukan di marahi, tapi sering di intrik. Ini merupakan salah satu bentuk cara teman teman FoSEI UNSOED (termasuk saya di dalamnya) untuk mengajak mahasiswa Fakultas ekonomi menabung di Bank Syariah.
Tidak sampai disini saja. Relasi yang ada dan berpotensi besar merenggut pasar mahasiswa fakultas lain juga di garap. Dengan menggandeng lembaga mahasiswa yang berbasis keislaman seperti ROHIS, sosialisasi dan ajakan untuk menjauhi riba senantiasa di gaugkan di beberapa event atau pertemuan dengan mereka.wal hasil, secara hati teman teman ROHIS sudah terbuka bahwa riba adalah haram, ya.... tinggal mengajak mereka menabung di tempat yang tepat. Beberapa pengurus ROHIS pun beralih ke bank syariah meski ada yang dobel. Konvensional iya, Syariah iya. Tapi ndak apa apa, mungkin yang konvensional digunakan untuk transaksi dengan ortu atau ambil beasiswa yang diharuskan pake bank konvensioanl.
Selain itu, seluruh pengurus dikondisikan bahwa salah satu bentuk perjuangan kita dalam membumikan ekonomi Islam adalah dengan mengajak teman kelas kita membuka rekening syariah. Ada kebanggaan apabila ada yang berhasil memprospek teman sekelas menabung di bank syariah. Apabila dihitung materi, mungkin fee yang kami dapat tidaklah besar apabila dapat satu orang yang akan membuka rekening di salah satu bank syariah yang bekerja sama dengan kami. Ya Cuma dapat Rp.7.500 samapi Rp.10.000 per nasabah. Tapi bukan itu yang kami kejar, terlalu sepele. Usaha yang begitu keras, denagn semangat jihad menyala nyala bukan untuk mendapatkan uang yang tidak seberapa. Tapi kami yakin KEBERKAHAN itu pasti akan Alloh berikan dengan membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak kami sangka.
Beberapa pimpinan organisasi jurusan pun kami dekati, kami yakin apabila mereka dapat kami prospek menabung di bank syariah, besar kemungkinan pengurus bawahannya akan ikut. Ini yang disebut Faktor kali dalam pemasaran kata Tung Desem Waringin. Dan ya,, beberapa pengurus mereka pun ikut nabung. Alhamdulillah.... 


2 Tahun berturut turut ada strategi unik yang kami lakukan. Meski tidak dhiitung tentang efektifitasnya, tapi ini kreatif. Setiap malam tahun baru (berarti baru 2 malam tahun baru), bebraepa pengurus FoSEI siap siaga dengan leaflet, slebaran ajakan untuk nabung di bank syariah. Di depan Kampus UNSOED yang biasanya kalau malam tahun baru ramai akan muda mudi merayakan malam tahun baru, Pengurus FoSEI beraksi membagikan slebaran HIJRAH ke BANK SYARIAH, TAHUN baru Ekonomi baru Ekonomi Syariah, dll.
Ratusan slebaran di edarkan di tengah tengah keramaian malam tahun baru. Mungkin efeknya tidak bisa kelihatan langsung, tapi ini ikhtiar kami, bentuk jihad kami.
Dan Alloh ternyata Alloh memberikan suatu isyarat kemenangan. Beberapa tahun ini, kami mendapatkan rezeki (pemasukan dana) yang tidak kami sangka (saking banyaknya). Jutaan ribu rupiah mengalir dalam kas kami, bukan untuk sombong, tetapi kami ingin mengobarkan semangat jihad krearif untuk membumikan ekonomi Islam, bank syariah salah satunya. Mungkin ini KEBERKAHAN yang kami dapat karena mencurahkan ide krearif kami untuk membumikan bank syariah. Semoga Alloh mencatat sebagai amal kebaikan.
Kekuasaan/ jabatan yang dimiliki, relasi yang ada, dan faktor kali, ini yang coba kami gunakan sebagai strategi marketing bank syariah di kampus kami. UNSOED.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar