Senin, 30 Januari 2012

INDONESIA BISA (Bermula dari Dahlan Iskan, masih ada yang lain)


Kesuksesannya dalam menahkodai Jawa Pos telah mengantarkannya dipercayai menjadi Dirut PLN sejak tahun 2009. Optimisme, kegigihan dan kerja keras yang dibalut oleh kesederhanaan dan kejujuran sebagai Dirut PLN membuat namanya tersohor di negeri yang sedang ‘gelap’ ini. Ia bagai lilin di tengah kegelapan. Hingga, berdasarkan hasil survei, tak sedikit yang kemudian mengharapkan dia menjadi Presiden RI selanjutnya. Kecemerlangan dan prestasinya itu membuat Presiden SBY dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II mendaulat Dahlan Iskan sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.

Selain itu, ada orang hebat lain… Walikota Solo, Jokowi…
Baru-baru ini Jokowi membuat ‘geger’ suhu politik nasional dengan menjajal mobil rakitan anak-anak SMK sebagai mobil dinas. Apa yang dilakukan Jokowi itu sebenarnya untuk menunjukkan dukungannya kepada hasil karya anak bangsa sendiri yang selama ini memang langka dukungan.

Kontan saja apa yang dilakukan Jokowi segera mencuatkan banyak tanggapan. Ada yang mendukung, tak kurang pula yang mencela. Rupanya Jokowi pun seperti Dahlan Iskan, banyak yang merasa salut dengan prestasinya ada pula yang mengecap apa yang dilakukan Jokowi sebagai sebuah pencitraan.
Mereka yang bernada mencela dan selalu melontarkan istilah ‘pencitraan’ itulah sebenarnya yang ingin membunuh karakter dua tokoh yang banyak dikagumi banyak rakyat kecil ini. Mereka adalah yang sudah terlanjur menikmati hidup mewah dan dibiayai dengan uang rakyat dan mereka yang berseberangan pendapat.
Apa hebatnya Jokowi?  Menurut pelbagai sumber, Ia adalah seorang pemimpin yang memanusiakan manusia. Ia berhasil memerintah warganya dengan cara-cara yang manusiawi. Membuka dialog terhadap semua persoalan yang menyangkut kepentingan bersama.  Ia tokoh yang amat adaptif dan benar-benar mendayagunakan telinganya untuk mendengar aspirasi rakyat. Karena sifatnya yang benar-benar merakyat,— tanpa harus naik KRL—sehingga ia terpilih kembali menjadi Walikota solountuk ke dua kalinya (2005-2015).


apabila Jokowi menjadi brand kepala daerah yang support kepad mobil esemka, yang satu ini tidak mau LATAH dengan memesan mobil esemka buatan anak smk solo.
Ya, dia Ahmad Heryawan
"Enggak usah pakai mobil esemka. Saya pakai Vespa saya tahun 1965. Nanti Vesva saya dibawa ke sini dari Jakarta," kata Ahmad Heryawan,usai menerima kunjungan dari Dubes Korea Selatan, Kim Young Sun di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis.

Dia mengemukakan, selama ini siswa SMK di Provinsi Jabar sudah ada yang pernah merakit mobil, namun belum sempurna, masih belum ada atapnya.

"Artinya tidak bisa dikomersilkan seperti mobil esemka di Solo. Saya ingin kita mempunyai mobil kebanggaan khusus Jawa Barat. Jangan kemudian, mobil Esemka yang di Solo bagus, kita ramai-ramai beli ke Solo. Saya ingin memakai mobil esemka, tapi buatan siswa SMK di Jawa barat. Bikin dong mobil esemka seperti yang ada di Solo," kata Heryawan. 

selain itu Gubernur ini tidak malu mengatakan kalo keberhasilan program program inibukan semata mata dari usahanya,, dia tidak malu menggunakan ide yang bagus dan bermanfaat dari orang lain..
Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Pantura melalui Pengembangan Bisnis Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp. Rumput laut yang dipanen ini, adalah hasil dari 214 petambak, yang mendapat bantuan dana dari CSR Bank Jabar Banten.

"Idenya datang bersama Pak Rokhmin Dahuri. Saat musim barat, nelayan tidak melaut karena kondisi laut tidak memungkikan. Dari satu hektar, petambak bisa menambah penghasilan sekitar Rp 2,5 juta perbulan," kata Ahmad Heryawan.

Gubernur menambahkan, saat ini sudah ada 214 petambak yang ikut menanam rumput laut ini. "Tahun ini, bantuan akan ditambah untuk sekitar 250 petambak lagi. Hingga tahun 2013, ditargetkan 3.000 hektar," lanjut Ahmad Heryawan.

dan masih banyak lagi orang orang BENER yang membangun INDONESIA,,


INDONESIA BISA!!!

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar