Kamis, 14 Juni 2012

Kartu nama + Jimat (part1)


Tadi siang selepas shalat dluhur di masjid, saya bertemu dengan teman lama,, ya, lama sekali sudah tidak berjumpa dengannya. Dan yang menyapa pertama kali adalah dia, bukan saia. Dia menyapa dari arah belakang saia, apakah dia masih hafal dan paham perawakan saia, atau tadi memang sudah liat saia cuman baru nyapanya sekarang.. tapi itu membuat saia SURPRESSS… __^^^

Selepas itu , kami mulai berbincang bincang, menceritakan kesibukan, aktifitas. Dia menceritakan bahwa sudah berhasil membuat buku dan sudah diterbitkan oleh salah satu penerbit. ya, judul bukunya “Konsep Iman Dalam Cinta Dan Kasih”. Sebuah perenungan katanya.
Yang unik adalah,, ketika dia mau pamit, ndak tau apa yang lagi dia tulis, pas mau pamit, dia sodorkan (ngasih) obat tolak angin (maaf dia bukan berprofesi sebagai bakul obat loh) + secaarik kertas (berisi no.Hp, judul buku, penerbit and tips sukses dari dia “semoga dilancarkan akhi :D” so sweeetttt.)
Kertas tersebut bukanlah kertas kartu nama, hanya secarik kertas yang ditulis mendadak, tidak dipersiapkan dari rumah, tapi yang bikin jadi  WOW,, adalah jimatnya (jamu tolak anginnya : barang yang dia kasih itu loh), ya… JIMAT.
Kenapa disebut JIMAT,, karena dengan benda itu, bisa mengasosiaikan setiap saat (minimal dalam waktu2 ini) kepada kertas/ kartu nama yang dibut ndadak itu, buku yang dia tulis, dan tentunya orang  yang nulis toh..

Reactions:

2 comments: