Senin, 12 Desember 2011

Tombol Motivasi (Part 1)

Tombol Motivasi
Diambil dari buku ProFil
Seri NLP Populer
alephconsulting.org
Saya tidak ingin memperpanjang pembukaan ini. Mari kita langsung berlatih dan mendapatkan jawabannya dari latihan ini. Saya ingin anda mengambil secarik kertas, berdiri, cari patner dan tanyakan dua pertanyaan berikut :

1.      Apa yang anda inginkan dari sebuah pekerjaan?
2.      Apa yang penting mengenai tempat tinggal anda?

Tuliskan jawaban patner anda persis seperti apa yang mereka katakana, usahakan untuk tidak mengurangi atau menambah kalimatnya, biarkan apa adanya. Waktunya sepuluh menit.

***
Baik. Mari kita diskusikan apa yang baru saja anda tanyakan pada partner anda. Sebenarnya, apa yang sedang kita gali dari partner kita? atau, kita ingin mengetahui apa dari kedua pertanyaan di atas?
Pia       : Mencari motivasinya.
Betty   : Memahami cara kawan kita mengambil keputusan.
Hasan  : mengetahui apa yang ada di benak partner kita.
Nia      : Mengerti hal hal apa saja yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih sesuatu.

RHW   : Ya. Persisnya kita sedang mencari KRITERIA partner kita dalam memilih pekerjaan maupun dalam membeli rumah. Misalnya, Betty dan Hasan, apa yang anda inginkan dari sebuah pekerjaan? Artinya, Kriteria Kriteria apa saja yang anda anggap penting ketika anda mencari sebuah perusahaan ?
Betty   : Gaji yang besar, jenjang karir yang jelas, dan kerjasamanya baik.
Hasan  : Perusahaan dengan reputasi dunia, pekerjaannya sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, banyak tantangan, situasi kerjanya nyaman dan dekat dengan tempat tinggal saya.
Pia       : Meskipun gajinya kecil? (seluruh kelas tertawa)
Hasan  : Mana ada perusahaan dengan reputasi dunia memberikan gaji kecil? Kalaupun kecil, tidak jadi persoalan selama saya bisa memperoleh pengalaman kelas dunia, dapat memperlancar bahasa inggris dan mendapat referensi dari perusahaan bonafid. nantinya kan saya bisa cari kerja lain.
RHW   : Ok. Jadi Kriteria Betty dalam mencari kerja ada 3 : pertama gaji besar, kedua karir jelas dan ke tiga kerja sama baik. Sedangkan Hasan memiliki lima Kriteria: perusahaan kelas dunia, sesuai dengan ilmu, ada tantangan, aman, dan dekat dengan rumah. Apa artinya? artinya kalau pada suatu ketika Betty sedang mencari kerja dan tiba tiba ada kenalannya yang menawarkan pekerjaan yang memenuhi ketiga kriterianya, saya yakin Betty akan tertarik dan mencoba melamarnya. Bukan begitu Betty?

Betty   : Ya. Pasti saya akan coba kirim lamaran dan ikut tesnya.
RHW   : Bagaimana dengan Hasan, mau menerima?
HAsan : Ngga, itu bukan keinginan saya. Pokoknya kalau perusahaan kecil, apalagi jauh dari rumah saya, pasti itu menjadi pilihan terakhir saya. Kecuali kalau sudah kepepet mungkin saya mau. tapi itu juga tidak akan lama. Kalau ada kesempatan pasti saya akan mencari yang sesuai dengan apa yang saya cita citakan.
RHW   : Apa arti dari kedua jawaban Betty dan Hasan tadi? Jadi, apa itu Kriteria?
Betty   : Saya piker artinya saya dan hasan memiliki persyaratan atau Kriteria yang berbeda dalam mencari pekerjaan. Dan menurut saya Kriteria adalah saringan atau filter bagaimana seseorang memutuskan apa yang dianggap baik atau buruk, pas atau tidak pas, menguntungkan atau tidak menguntungkan, da seterusnya. Dalam kasus ini menurut saya gaji besar, karir jelas dan kerja sama baik adalah hal hal yang saya anggap baik, pas dan menguntungkan saya.
RHW   : Ya, Excellent. Apa yang dikatakan Betty betul. Kriteria atau dalam sehari harinya juga sering kita disebut sebagai nilai nilai (Values) adalah filter bagaimana seseorang menentukan baik atau tidaknya sesuatu, benar atau salahnya sesuatu, berharga atau tidaknya sesuatu, dan seterusnya. Dan untuk mengetahui Kriteria seseorang kita bisa menanyakan: Apa yang anda inginkan dari sebuah (X)? Di mana X adalah konteks yang bisa berupa apa saja, misalnya rumah, mobil, asuransi, pasangan, baju dan seterusnya. Misalnya, dalam konteks rumah saya bisa menanyakan kepada Hasan :
            Apa yang anda inginkan dari sebuahrumah?
Hasan  : Maksudnya apa Kriteria saya dalam membeli sebuah rumah ?
RHW   : Ya. Kalau anda sekarang sudah punya rumah, apa saja Kriteria anda sewaktu membeli rumah yang sekarang anda tempati?
Hasan  : Harga terjangkau, dekat dengan tempat kerja, tidak jauh dari terminal dan tetangganya baik baik.
Pia       : Apakah Kriteria bisa berubah?
RHW   : Ya. Kriteria tergantung pada konteks : apa, siapa di mana, kapan dan bagaimana persisnya. Misalnya, dulu Hasan memiliki sejumlah Kriteria dalam membeli rumah dan keputusannya tentu didasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh Hasan waktu itu. Kalau sekarang saya tanyakan pada Hasan apa kriterianya, mungkin sedah berubah. Betul, Hasan ?
Hasan  : Ya. Kalau sekarang : bebas banjir, lingkungan asri, aman dan fasilitas bagus.
RHW   : Jadi, Kriteria hanya valid bila ditanyakan dalam konteks yang spesifik. Artinya bila bicara rumah: rumah apa persisnya. Misalnya seseorang bisa saja berubah kriterianya ketika memilih rumah tinggal dan rumah liburan. mungkin rumah liburan kriterianya : halamannya luas, jauh dari keramaian, udara dingin dan seterusnya. Atau contoh lain, seorang gadis yang belum menikah mungkin mula mula memilih pekerjaan dengan Kriteria utama : gaji yang besar. Tapi setelah dia menikah dan sedang hamil tua, besar kemungkinannya kriterianya berubah menjadi : dekat dengan rumah tempat tinggal. Saya ragu apakah bila ditawari gaji yang lebih besar, tapi harus pindah ke kantor yang lebih jauh, dia akan menerimanya. Kecuali dalam konteks dia sangat memerlukan uang lebih pada saat itu. Jadi anda harus selalu menyebutkan konteks dengan jelas ketika bertanya pada seseorang.
           
            Saya ingin menambahkan bahwa selain merupakan filter seseorang dalam memtuskan sesuatu sebagai baik  atau buruk, Kriteria juga merupakan TOMBOL MOTIVASI seseorang atau kata kata yang dapat memicu reaksi fisik dan emosi seseorang. Misalnya : saya ingin Tanya pada yang belum menikah :”Apa yang anda inginkan dari seorang gadis calon istri anda?” (Dua orang pria mengangkat tangan)
Anwar : Saya belum punya pacar. Dan kalau bisa saya ingin mencari gadis yang seiman, taat beribadah, pintar dan setia.
Tony    : Kalau saya yang cantik, komunikasinya nyambung dengan saya dan dari keturunan yang baik baik.
RHW   : Ok. Untuk Anwar, bila ada seorang kawan yang menawarkan berkenalan dengan gadis yang persis dengan Kriteria yang anda sebutkan di atas, apa reaksi anda? apakah anda termotivasi untk berkenalan dengan gadis itu?
Anwar : Ya. tentu, Saya mau sekali. Di mana orangnya ? (sambil berdiri dan seluruh peserta tertawa)
***

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar