Selasa, 13 Juli 2010

WARALABA MASJID

Apabila kita melihat sekeliling kita, beterbarannya masjid ,mushola, atau Surau yang digunakan untuk melakukan Sholat berjamaah sudah menjadi suatu kelaziman. Satu desa memiliki 1 Masjid, 1 RT memiliki 1 mushola, jadi apabila satu desa ada 7 RT maka total masjid dan mushola ada 8 (1 masjid dan 7 Mushola).

Berlomba lomba dalam kebaikan itu harus.

Tapi apakah mendirikan tempat ibadah itu kebaikan ? YA.. itu jelas,,,

Apakah hanya selesai setelah masjid itu berdiri? TIDAK...


Itulah yang harus dipahami semua.. masjid/ mushola yang kini berdiri dengan megah, bahkan ada juga yang bingung dengan uang infaq jamaah yang mencapai 5 juta, maka di pakailah dana itu untuk perbaikan (memperindah bangunan dengan menambah kipas angin beberapa buah/ padahal sudal sudah ada 2). Bukan sesuatu yang salah, tapi perlu melihat efektifitas dan manfaatnya.

Sebuah bangunan yang sering kita kunjungi apabila kita orang yang taat beribadah...

Tapi jarang atau sedikit kita memikirkan dan mau berkecimpung untuk mengoptimalkannya.

Ibarat usaha, sudah ada modal berupa dana / uang / kepedulian dari beberapa ormas Islam. Tapi belum dapat dimaksimalkan (apabila tidak ma disebut tidak optimal).

Ada yang berkembang dari beberapa Masjid / mushola, jamaah ada lumayan, dana mengalir dari infaq... bangunan luar biasa hingga membangun bangunan baru untuk tempat pertemuan khusus jamaah. Acara pengajian pun tak kalah rutin seperti halaqoh setiap pekan. Tapi bila dilihat akan siapa yang hadir atau aktif dalam acara tersebut... rata rata sudah usia lanjut. Dan jarang sekali generasi muda muncul dalam acara acara tersebut.

Ini menandakan akan ada Lost Generation. Apabila terus dibiarkan...

Itulah GAMBARAN kebanyakan Masjid disekeliling kita.

Tapi masih ada masjid yang bisa kita jadikan referensi dalam pengelolaannya. Ada yang jamaahnya lumayan (terisi oleh kaum muda, orang tua juga ada), pengelolaannya juga bagus (sistem manajemen masjid dari kajian hingga mengurusi masalah muamalah), sistem kaderisasi juga ada (selalu ada stok generasi untuk meneruskan pengelolaan Masjid).

Dari sini, apaila kita mengibaratkan Masjid seperti satu perusahaan atau jenis usaha sebenarnya memiliki suatu persamaan. Ada yang perkembbangannya bagus, ada yang lambat bahkan ada yang bangkrut. Dan perkembangan sekarang, ada yang namanya sistem waralaba. Yang dari sisi manajemen sudah disediakan, perlengkapan pun sudah ada formatnya, tinggal jalan... dan ini mempermudah seseorang dalam membuat usaha.

Bilamana ada waralaba Masjid, ada keyakinan yang besar bahwa masjid pun bisa banyak yang berkembang dan teroptimalkan peranannya...


Adakah yang mau membuka WARALABA MASJID????

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar