Kamis, 26 Mei 2011

'Lonjakan Angkatan Kerja Muda Akan Lampaui Kenaikan Populasi'


Oleh A. Dadan Muhanda
Published On: 26 May 2011
altJAKARTA: Wapres Boediono menegaskan Indonesia akan mengahadapi lonjakan jumlah angkatan kerja usia muda dalam tempo 10 tahun mendatang, sehingga mulai sekarang harus mempersiapkan strategi penyediaan lapangan kerja yang memadai.

“Dari waktu ke waktu jumlah angkatan kerja bertambah sekitar 2,5 juta per tahun. Indonesia dalam 10 tahun hingga 20 tahun ke depan akan mengahadapi peningkatan jumlah angkatan kerja yang lebih tinggi daripada peningkatan jumlah penduduk,” katanya saat meluncurkan bursa tenaga kerja internasional bidang kelautan dan perikanan, hari ini.

Wapres mengatakan struktur angkatan kerja usia muda ini akan menjadi modal besar bagi Indonesia jika bisa memanfaatkannya dengan baik.

Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan negara-negara maju yang akan didominasi oleh angkatan kerja usia tua.

Namun, kata dia, jumlah angkatan kerja usia muda ini bisa juga menjadi ancaman bagi Indonesia jika tidak dikelola dengan baik.

“Pasar angkatan kerja ke depan akan didominasi anak-anak muda. Ini potensi yang luar biasa. Tetapi syaratnya, anak-anak ini harus diberikan pekerjaan dan ruang berkiprah secara produktif. Ini pekerjaan rumah yang besar sekali,” ujarnya.

Boediono menjelaskan saat ini jumlah pengangguran terbuka di Indonesia tercatat sekitar 7% dari jumlah penduduk. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 10% lebih.

Namun, lanjut Wapres, jika ditelaah lebih dalam dapat diketahui bahwa jumlah pengangguran yang tercatat 7% itu mayoritas adalah usia produktif berusia sangat muda. Sehingga, lanjutnya, strategi ke depan untuk mengurangi pengangguran terbuka itu harus ditekankan kepada penyediaan lapangan kerja bagi kelompok usia muda.

“Masalahnya harus kita fokuskan lagi. Tidak hanya menekan jumlah penganggruan tebruka, tapi penekanan kita membuka lebih luas lagi pekerjaan bagi umur yang lebih muda, karena di sanalah konsentrasi dari 7% itu,” jelasnya.

Menurut Boediono, sejumlah perguruan tinggi saat ini sudah menyediakan kurikulum keweirausahaan yang dapat membantu mempersiapkan sarjana menciptakan pekerjaan, tidak hanya sebagai pencari kerja.

Pada kesempatan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan kantor bersama ketenagakerjaan bidang kelautan dan perikanan.

Kantor bersama ini untuk memfasilitasi para pencari kerja di sektor kelautan dan perikanan yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan dalam negeri maupun asing.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan bursa tenaga kerja internasional bidang kelautan dan perikanan ini sudah digelar sejak Senin pekan ini. Ada 28 perusahaan yang menyediakan 10.000 pekerjaan di sektor kelautan dan perikanan.(er)

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar