Minggu, 11 September 2011

PERANG PEMASARAN DI TEMPAT PENJUALAN


Pemasar saat ini haruslah dinamis dan mencaari terobosan baru dengan melakukan out of the box atau mencari marketing breakthrough. Metode konvensional yang dulu dipakai sekarang ini sudah tidak berlaku lagi. dengan akses teknologi, informasi, dan kreativitas seni yang kian tak terbatas, pemasar dituntut untuk lebih cepat bertindak dan adaptif menyikapi dinamisasi pasar.
Kreativitas dalam menarik dan menggiring konsumen agar tertarik datang ke stand/ toko/ tempat pameran misalnya, adalah dengan menciptakan special events seperti game menyusun puzzle, game menebak jumlah bola, game bermain mini golf, lomba masak, lomba fashion show, lomba penyayi cilik, dan acara acara seperti sulap, modifikasi mobil/motor, barongsai, art festifal dan lain sebagainya.
Setelah konsumen tertarik dan masuk ke toko, peran SPG (sales Promotion Girl) maupun sales force/ pramuniaga harus siap memberikan pelayanan yang prima.
Kini keunggulan produk bukan lagi merupakan faktir yang dominan. Saat ini peperangannya disebut battle of mind. artinya, produk yang mampu mempersepsikan dirinya secara emosionalah yang akan unggul.
ketika anda memasuki toko dan memilih satu merek di antara banyak merek lain, kemasan yang menarik hanyalah salah satu factor yang memengaruhi pembelian anda. Faktor lain sebenarnya sudah terprogram dalam benak anda jauh sebelumnya melalui media iklan dan sarana komunikasi pemasaran lain yang jarang anda perhatikan secara sadar, namun membentuk persepsi anda. Persepsi itulah sebenarnya yang mengendalikan anda untuk membeli atau tidak membeli. sebagian besar tindakan mereka digerakan oleh motif tidak sadar.
Cara anda mempresentasikan, mengemas, memosisikan, menjelaskan produk  atau jasa anda akan menentukan persepsi yang terbentuk dalam benak konsumen.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, lahirlah konsep Customer Managemen. Konsep ini memunginkan perusahaan untuk mengenali pelanggannya dengan lebih detail. Berdasarkan data base pelanggan tersebut, perusahaan bisa juga melakukan Up Selling Cross Selling kepada pelangga sesuai dengan profil pelanggan tersebut.
Perkembangan selanjutnya dikenal dengan konsep Customer Centric dimana perusahaan menyediakan produk produk yang dibutuhkan pelanggan, bukan lagi menyodorkan produk kepada pelanggan.
Area pertempuran pemasaran di lapangan, khususnya untuk fast moving consumer goods sesungguhnya terjadi dalam tokodan di tempat penjualan, di mana konsumen dihadapkan pada begitu banyaknya merek dan produk.

(diambil dari Buku : Visual merchandising attraction)

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar