Selasa, 20 Desember 2011

siyasatut da'wah (pengertian)

Siyasatut Da’wah
Dari :BUKU Siyasatut Da'wah terbitan dakwatuna
Bila kita berkecimpung dalam dunia da’wah, maka memahami siyasatud da’wah merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat dihindari. Ada banyak da’I yang aktif dalam da’wah tetapi sama sekali tidak mengerti siyasatud da’wah. Ia bak pita rekaman yang diputar di sana sini. Berjalan tanpa program dan perencanaan.da’I seperti ini biasanya hanya menjadi bulan – bulanan orang – orang yang punya program, terutama dari kalangan musuh Islam
Mendengar kata siyasah orang mungkin berfikir ini merupakan ilmu politik. Sebenarnya tidak demikian. Siyasat di sini lebih merujuk pada aktifitas politik praktis da’wah dan bukan pada ilmu politik. Islam memiliki pola politik sendiri  yang khas dan berlaku pada suatu masyarakat Islam.
Siyasat da’wah mencakup aktifitas da’wah yang dilakukan oleh para praktisi da’wah. Dia menjadi kegiatan utama bagi para personil struktural dan fungsional da’wah. Dengan demikian ruang lingkup Siyasatud da’wah adalah Pengendalian Da’wah”  dan “Problematika – Problematika Da’wah”.
Kepahaman terhadap Siyasatud Da’wah sangat bermanfaat utnuk menyusun program dan perencanaan, baik bagi individu da’I maupun jama’ah harokah (pergerakan) Islam. Dengan kepahaman ini, aktifitas internal dan eksternal suatu jama’ah akan terarah dan terkontrol.
Sasaran utama siyasatud da’wah adalah terbentuknya Isti’ah Amal Jama’I (Kemampuan beramal jama’i) yang tinggi. Peningkatan amal jama’I secara kualitas maupun kuantitas sangat berguna untuk menerbitkan marotib tanzhimi da’wah (stelsel struktural) yang solid dan kuat.

PENGERTIAN SIYASATUD DA’WAH
Kata siyasat sebenarnya sudah cukup mengakar dalam bahas Indonesia. Dalam bahasa arab berasal dari kata sasa-yasusu-siyasatan, artinya “mengendalikan”.
Maka Siyasatud da’wah adalah “suatu upaya optimal mendayagunakan semua sumber potensi da’wah atas dasar prinsip – prinsip yang jelas untuk mencapai tujuan tertinggi dengan merealisasikan sasaran – sasaran yang yang telah ditentukan.”
Setiap du’at harus pandai melakukan intifa (pemanfaatan) potensi, baik yang ada pada ummat islam maupun lawan – lawan Islam. Dalam perjuangan da’wahnya, Rosululloh solallohu alaihi wa sallam juga melakukan beberapa pemanfaatan ini. Contohnya
A.    Tatkala Rosululloh berada di Makkah, paman beliau yang disegani masyarakat Quraisy selalu membela. Padahal Abu Thalib tidak diminta oleh Rosululloh, tetapi dipergunakan sebesar – besarnya untuk perjuangan Islam.
B.      Tatkala Rosululloh berhijrah bersama Abu Bakar, beliau di kejar – kejar oleh suraqoh bin malik yang mengharapkan hadiah besar dari para penguasa Quraisy untuk membunuh nabi. Berulang kali kuda suraqah berhasil berada di belakang unta nabi, tetapi setiap akan berada selalu kuda itu jatuh berlutut.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar